Risiko Memencet Jerawat di Area Segitiga Kematian Wajah

Risiko Memencet Jerawat di Area Segitiga Kematian WajahHampir setiap orang pernah ditumbuhi jerawat pada halaman wajah mereka. Datangnya tidak bisa diduga-duga. Namun ditilik dari penyebab secara umum, munculnya jerawat ditengarai oleh perubahan hormon, stres, iritasi, kecanduan merokok, dan efek samping obat-obatan. Barangkali belum banyak orang tahu bahwa risiko memencet jerawat di area segitiga pada wajah bisa menyebabkan kematian.

Apakah maksud dari area segitiga kematian pada wajah? Area ini melingkupi daerah sekitar hidung dan bibir. Pada area inilah terdapat banyak saraf pembuluh darah yang langsung terhubung dengan otak. Beberapa aktivitas berbahaya seperti memencet jerawat, mencabut rambut dalam hidung, dan kumis sangat dilarang. Otak bisa terganggu saat yang sama. Jadi harap berhati-hatilah.

Kejadian mengerikan perihal sembarangan memencet jerawat dialami oleh seorang pria kelahiran Zhejiang, China. Ia berusia 50 tahun. Problematika yang dialaminya cukup riskan karena ada jerawat membandel tumbuh di area segitiga kematian wajah. Seharusnya ia membawa masalah itu ke dokter. Namun justru terpacu untuk memencet secara kasar hingga keluar nanah dan pembengkakan.

Pria yang sudah tua ini hanya bisa menahan perih pada keesokan harinya. Bukannya sembuh, namun berawal dari pemencetan secara asal-asalan, area wajah di sekitar jerawat mengalami pembengkakan akut. Setelah dampak buruknya semankin menjadi-jadi, ia pun dibawa ke rumah sakit. Sesuai penelitian dari dokter bahwa jaringan saraf di area bekas jerawat telah mati.

Pada tahap pemeriksaan lebih lanjut, pria ini mengalami komplikasi infeksi yang sangat serius. Peradangan itu berefek ke seluruh tubuhnya. Andaikan ia tidak segera dibawa ke rumah sakit, hampir pasti ia akan mengalami kematian. Beruntung, setelah melalui perawatan yang intensif dari pihak rumah sakit, ia pun bisa diselamatkan meskipun harus mengalami operasi pada wajahnya.

Kejadian ini bukan hanya terjadi sekali. Di beberapa belahan dunia juga pernah digemparkan oleh kasus yang sama. Sayangnya, di Indonesia pencegahan maupun informasi ini belum terlalu sering melintasi telinga. Padahal semua orang setidaknya sekali seumur hidup pasti pernah mengalami jerawatan. Meskipun ukuran jerawat masing-masing orang terdapat perbedaan.

Terutama pada masa seseorang mengalami pubertas. Pada saat itu terjadi dua fase sekaligus. Pertama, terjadi perubahan hormon. Terlebih pada seorang wanita yang mulai mengalami menstruasi. Begitu pula pada wanita yang hamil muda. Kedua, karena terjadi peningkatan produksi hormon testosteron. Peningkatan produksi ini seiring dengan meningkatnya pula produksi kelenjar minyak pada kulit wajah seseorang.

Apabila jerawat tumbuh di area segitiga kematian wajah jauh lebih baik dibiarkan saja. Namun kalau terus membandel dan tak mau hilang maupun proses reproduksi ulangnya berlangsung cepat, lebih baik bawa ke klinik kesehatan. Di sanalah akan tersedia penanganan serius yang lebih berdasarkan pengetahuan para ahli. Jangan sampai terjadi hal-hal tak diinginkan seperti yang dialami pria dari China tadi.

Comments are closed