Pentingnya Pembentukan Kelompok Tani demi Kemakmuran Desa

kebun strawberrySebagian besar petani berpusat di daerah pedesaan. Tak mengherankan karena Indonesia masih dalam tahap perkembangan. Meskipun belakangan ini mulai tercium aroma energi yang berpadu-padan dengan kegiatan industri. Namun bidang pertanian tidak akan pernah tergantikan. Setiap orang butuh makan. Maka, untuk memaksimalkan kemakmuran desa, pembentukan kelompok tani sangatlah penting.

Sejumlah besar daerah sudah mulai merasakan dampak positif usaha tani yang dikelola secara berkelompok. Seperti yang terjadi di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalsel, dan daerah lainnya. Tenaga yang dikeluarkan saat pengolahan pun jadi terasa lebih ringan. Proses pembiayaan seperti pupuk maupun alat-alat pertanian bisa ditanggung bersama.

Terlebih lagi, sekarang pemerintah mengalakkan program kesejahteraan dari kalangan bawah. Tak mengherankan kalau setiap kelompok mengajukan bantuan pada pemerintah akan mudah sekali mendapat suntikan dana. Kabar ini tentu saja sangat ditunggu-tunggu oleh petani di segala penjuru Indonesia. Mengingat sebelumnya, mereka hanya didominasi oleh pelaku usaha tani yang lebih besar, misalnya PT.

Sebagai contoh dari suksesnya program kelompok tani bisa disimak dari cerita yang dibawa oleh para petani di Sleman. Mereka melakukan inovasi pertanian tradisional yang melibatkan tanaman palawija, sektor perikanan, dan pertanian berada dalam satu lokasi. Namanya Mina Padi. Bahkan inovasi itu mengantarkan kelompok tani tersebut meraih prestasi dan jadi percontohan untuk petani di Asia-Pasifik.

Namun, ada kisah sukses, ada pula kisah yang memilukan. Sampai sekarang, masih ada sejumlah daerah yang tak menerapkan kelompok tani sebagai penopang hidup bertani dan kebersamaan. Rata-rata tumbang oleh pikiran mereka sendiri. Memang, untuk membentuk kelompok, masing-masing anggota harus menyadari peran masing-masing. Tidak mudah saat setiap anggota meninggikan ego pribadi.

Undang-undang telah mengatur kebebasan berpendapat. Tapi menghormati pendapat orang lain jauh lebih penting. Terutama kalau bertujuan untuk kemakmuran bersama. Problematika ini kiranya banyak menjerat pemikiran para pelaku usaha tani di beberapa daerah. Ada yang sudah membentuk kelompok tani, tetapi tidak berjalan dalam waktu yang lama. Apa lagi kalau tersandung oleh kepentingan pribadi.

Seharusnya, kepentingan pribadi disingkirkan jauh-jauh saat membahas program bersama. Hasil dari pertanian tidak hanya dinikmati oleh kelompok tersebut. Namun tujuan dari kelompok tani sebenarnya jauh lebih besar daripada urusan peningkatan pendapatan. Pada waktu usaha tani di Indonesia telah maju pesat dan bisa menggunakan teknologi pertanian, bukan tidak mungkin prestasinya akan mengungguli negara maju.

Ketika usaha tani dalam negeri berkembang pesat, seluruh rakyat Indonesia pun akan merasakan dampak positifnya. Mungkin betul pada hari ini ada yang malu kalau bekerja sebagai petani. Tetapi tataplah ke depan. Semua sektor industri pasti tidak akan berjalan dengan baik saat produksi pertanian melempem. Mulai sekarang singkirkan ego dan kepentingan pribadi. Singsingkan lengan baju dan mulailah dengan kelompok tani.

Comments are closed